CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Jumat, 12 Desember 2008

Sabar…Sabar…Sabaaaaaar…


Hanya tiga kalimat ini yang dapat kuucapkan siang ini sambil mengurut dada..sungguh butuh kesabaran yang sangat besar untuk bisa memahami dan menerima kondisi ini dengan tenang… Berulang kali saya mengucapkan lafadz…..Subbhanallah..wabihammdiii..ya rabbi….


Betapa tidak, pagi ini disaat ingin memulai hari dengan sebuah senyuman dan semangat, betapa banyak agenda yang sudah kususun dalam benak ini, mengatur kantor baru dan menyiapkan keperluan tempat kerja baruku itu, mengatur pertemuan dengan klien dan menyelesaikan keuangan yang semalam tertunda karena bank sudah tutup kemarin.


Tapi pagi ini usai sarapan..Bintangku jatuh dipintu, pangeranku itu menjerit jerit kesakitan sambil memegang kakinya, mukanya memerah dan ia meringis menahan sakit. Duh..kamu tak apa apakan nak? Dengan segera aku membawanya berobat dan ternyata kaki pangeran kecilku terkilir..sungguh miris rasanya menyaksikan ia menjerit jerit saat kakinya dipijat dan diobati..

Setelah kami kembali ke rumah dan menungguinya sejenak hingga ia tenang, akupun berangkat kerja, sampai di basecamp pintu masih terkunci, tidak ada kegiatan dan aktifitas disitu, aku heran dan segera menelpon anggota tim yang lain.


;;aduh..kak, masih capek ne, mobil rusak jadinya belum bisa buka kantor..’’ujar Pen anggota timku yang selalu pegang kunci, aku kaget, ku telp yang lain

‘’Kak aku masih nemani bang anu ne…’’ujar Poe

‘’Gimana mau kerja kak, kalau Cuma sendiri… ‘’jawab mexs 31

‘’Ntar ya kak,….ada keperluan ne..’’ jawab buyung

‘’kakakku sakit kak, aku izin ya…’’ujar B pbr..


Rabbi…..sabarkan aku…….sabarkan aku..sabarkan aku…….. dengan mengurut dada aku duduk didepan pintu yang terkunci , Sabar..sabar..Sabaaaaaaaaaaaaarr, akhirnya dengan lunglai aku duduk di kedai depa kantor, secangkir the es manis kuharapkan mampu hilangkah kemarahan ini. Tidak..tidak..Tidak! aku tidak boleh panic, pekerjaan harus tetap selesai.


Segera kubuka cattatan, ada sejumlah uang yang harus disetorkan dan ada janji dengan klien yang harus dipenuhi, sementara pangeranku juga tidak bisa ditinggal lama. Segera aku ke bank mengambil nomor antri, walah..antrian yang sangat panjang….., sambil menunggu ku telp klienku..dan meminta penjelasan tentang rencana kerjasama, Yup…diapun sangat sibuk dan meminta pertemuan ditunda esok..namun kesepakatan tampaknya sudah terjalin..lega…


Usai di bank, segera aku ke kafe langannaku, daftar keuangan dan daftar kebutuhan segera kususun,lalu makan siang dan sekarang aku ingin pulang..biarlah untuk hari ini begini dulu….pangeran membutuhkankan dirumah

\

Minggu, 13 Juli 2008

Kita Memang Baru Memulai




Memulai sesuatu yang baru memang sangat sulit, apalagi kalau dimulai dengan kondisi seadanya. Itulah yang dirasakan teman teman di KamparTe@m, keinginan untuk melakukan suatu usaha bersama tampaknya sangat sulit untuk diwujudkan, bagaimana tidak semuanya merupakan orang orang yang tak berpunya, yang dimiliki hanya tekad dan semangat sementara cita cita begitu menggebu gebu.

Keinginan untuk mempunyai tempat sendiri juga masih mengambang, padahal itulah yang paling kita butuhkan saat ini, karena dengan belum terkumpul dalam satu posko membuat kita masih terserak dan sulit untuk berkosentrasi, sehingga rasanya seperti semuanya belum pasti saja

Apalagi kondisi yang sulit ini ditambah lagi dengan tekanan situasi, seperti Poe dan MX31 seharusnya sudah masuk kuliah, namun karena terbentur dana sepertinya itu juga masih menjadi impian. Ini membuat anggota yang lain menjadi prihatin. Duh Tuhan..untuk maju saja begitu sulitnya.

Sekarang kami harus kosentrasi mendapatkan tempat sebagai basecamp agar semuanya merasa benar benar kita ada dan semua kegiatan akan berawal dari sini. Apalagi banyak tender yang harus diikuti dengan semuanya tentu saja membutuhkan persiapan yang tidak sedikit. Ya Tuhannn Tolonglah kami

Kamis, 10 Juli 2008

Tentang Kampar Te@m

Diawali dengan seringnya berkumpul bareng mengetik berita, lalu sharing imformasi kejadian terhangat yang ada di Kampar menimbulkan satu rasa bahwa kita mempunyai suatu hal yang sama, ibarat lagu ‘’Mulanya biasa saja, lalu ada getar didada ‘’. Inilah tepatnya yang dirasakan oleh teman teman.

Perasaan senasib dan sepananggungan menghadapi berbagai masalah yang biasa dihadapi oleh Jurnalis, susahnya menemui Narasumber, susahnya mendapatkan data dan susahnya dikejar kejar deadline membuat kami merasa bahwa kami harus saling membantu.

Apalagi menjawab tuntutan profesi bahwa seorang jurnalis haruslah independen, professional dan objektif dalam setiap menyampaikan peristiwa, informasi dan fakta yang kepada masayarakat dengan benar, akurat dan terpercaya dan tentu saja kritis sehingga apa yang kami sajikan bentuk pemberitaan sehingga dapat mencerdaskan masyarakat di Kampar, Riau dan Indonesia pada umumnya. Ini pekerjaan yang sangat rumit, karena jujur saja tidak satupun dari kami berlima berlatar belakang pendidikan sebagai Jurnalis.

rdh misalnya sarjana Pendidikan, untuk pelajaran bahasa Arab lagi (jauh amat..), rbi sarjana Filsafat dan pemikiran Islam, Pen (Epen) sarjana ekonomi yang tentunya lebih piawai hitung duit, lalu Poe yang tamatan akutansi (baru sekarang ne Poe kuliah di Hukum ) dan MX31 alias Dayat tamatan social namun menyukai dunia IT. Namun tuntutan adalah sebuah hal yang harus dipenuhi, dan ini menyadari kami bahwa kami harus bersama dan saling membantu.

Selain itu kesadaran bahwa seorang jurnalis yang baik tidak dapat dipisahkan dari kehidupan social kemasayarakatan yang tentu saja harus memberikan sumbangsih pemikiran, memediasi antara program pemerintah dan keinginan masyarakat, ini dituangkan dalam bentuk berita, diskusi maupun kritikan langsung demi kebaikan masyarakat secara bersama. Kehadiran seorang wartawan dalam sebuah pemerintah sangat dibutuhkan untuk melakukan sosialisasi, informasi maupun promosi pembangunan yang dilakukan.

Apalagi kondisi ekonomi ( kalau dihubungkan dengan pendapatan wartawan) sangatlah terbatas, dan ini membuat kami berfikir untuk sama sama mengatasi hal ini bersama, sehingga tidak ada yang akan kekurangan disaat yang lain kelebihan. Maka kolaborasi ini muncul, lalu lahirlah ‘’Kampar Te@am’’

Dan ternyata perasaan yang menyatukan bukan hanya pekerjaan dan profesi saja namun juga ikatan persaudaraan yang membuat kami tidak hanya ingin saling maju dan berhasil namun juga saling menjaga dalam kasih sayang.
Dalam Kampar te@am kami mempunyai :

Visi :


Cerdas, Mandiri dan Mengabdi.

Misi:

- Menjadi jurnalis yang independ dan cerdas dalam menyikapi persoalan serta kondisi negeri
- Menjadi jurnalis yang mandiri secara prinsip dan ekonomi sehinggamampu menyampaikan kebenaran dan pencerahan
- Memberikan pengabdian sesuai dengan dunia yang digeluti yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam KamparTe@m personil terdiri terdiri dari:





Rina Dianti Hasan dengan inisial media rdh, sehari hari bekerja di media Harian Riau Pos











Hariyanto Arbi dengan Inisial media rbi , bekerja di Media Harian Rakyat Riau









Ahmad Efendi Inisial media pen, bekerja di Harian Media Riau









Ismardiansyah Putra dengan inisial Poe bekerja sebagai wartawan di Harian Pekanbaru Pos








Hidayatullah dengan inisial media mx31 bekerja sebagai Wartawan Harian Pekanbaru MX yang khusus membahas persoalan hukum dan kriminalitas.